1. Pilih material lantai bertekstur kesat

Dapur merupakan area yang lantainya rentan terkena minyak dan air karena adanya kegiatan memasak dan mencuci alat makan dan alat masak.

Sehingga sebaiknya dihindari menggunakan lantai bertekstur licin yang dapat menimbulkan terjadinya terpeleset. Material yang dapat digunakan yaitu:

Salah satunya dapat menggunakan lantai dengan material keramik karena mudah pemasangan, harga terjangkau dan mudah ditemukan di toko atau depo bangunan sekitar. Terdapat dua tekstur keramik licin/halus serta keramik kasar. Pada umumnya keramik dapat digunakan pada lantai dan dinding

  1. Gunakan material lantai kuat, tahan uap, panas dan lembab

Lantai pada dapur dapat berubah warna akibatkegiatan masak-memasak karena sering terkena uap dan panas. Sehingga lantai dapur lebih cepat retak dan tidak indah lagi.

Lantai keramik tidak memiliki reaksi yang baik terhadap suhu panas. Pada umumnya lantai keramik akan secara cepat terasa dingin jika disentuh terhadap kulit dibandingkan dengan lantai jenis lainnya seperti kayu atau batu alam. Sehingga sebaiknya dihindari lantai kayu sintetis (parket) yang rawan terhadap panas dan lembab karena masih bisa memuai dan menyusut, Selain itu dihindari pula seperti batu alam salah satunya marmer karena mempunyai 3-5 skala mohs (skala kekerasan mineral: kemampuan suatu bahan keras menggores bahan yg lebih lunak) atau setara dengan 208-224 kg/mm2 yang rentan terhadap aktivitas di dapur.

  1. Pilih material lantai yang mudah dibersihkan

Lantai dapur rentan kotor akibat kegiatan masak dan cuci piring. Sehingga menghindari lantai yang sulit dibersihkan. Salah satu keramik yang sulit dibersihkan adalah keramik dengan corak timbul. Hindari keramik jenis ini karena akan membuat cukup kesulitan ketika harus menyapu dan mengepel kotoran yang tertinggal di sela-selanya

  1. Jangan pilih material lantai dengan ukuran yang terlalu besar pada dinding dapur

Ukuran lantai bermacam-macam. Ada ukuran 20×20, 30×30, 40×40, 60×40, dan lain sebagainya. Sebaiknya dihindari penggunaan ukuran lantai terlalu besar pada aera dinding dapur. Bila diaplikasikan pada area dinding, maka dinding terlihat seperti lantai.

  1. Pilih warna dan corak lantai yang sesuai dengan interior

Pilih warna lantai yang senada dengan interior dan perabot. Bila mengusung gaya minimalis dapat digunakan warna netral (abu-abu dan putih). Dapat pula menggunakan warna terang sehingga suasana dapur nyaman untuk melakukan aktivitas. Namun menggunakan warna terang mempunyai kelemahan yakni dapur merupakan area rentan kotor. Bila menggunakan warna terang harus sering membersihkan lantai.

  1. Sesuaikan keinginan, kebutuhan dan anggaran

Harga material lantai pada umumnya tergantung pada merk, ukuran, jenis material dan motif dari lantai itu sendiri. Pada umumnya harga berkisar Rp 40.000-Rp 300.000. material lantai seperti granit dan marmer mempunyai harga tinggi karena motif peleburan batu-batuan yang menjadi satu dan terbentuk secara alami. Selain itu Alangkah lebih baik bila bertanya kepada penjual atau pegawai terakit garansi. Beberapa material lantai mudah pecah dan retak saat proses pengiriman menuju lokasi.

Categories: Blog

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *