Sebagai pengguna jalan raya, tentu anda tidak asing mendengar kata jalur dan lajur. Mirip namun berbeda, adalah sebutan yang tepat untuk kedua kata tersebut. Mirip secara pengucapan namun memiliki makna yang berbeda.

Secara Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Jalur memiliki arti kolom yang lurus, garis yang lebar dan ruang di antara dua garis pada permukaan yang luas. Namun, berdarsarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tentang Petunjuk Teknis Marka Jalan, jalur diartikan sebagai bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaran. Jadi, dari pengertian menurut DITJEN Perhubungan sudah cukup jelas ya, bahwa jalur adalah bagian dari jalan yang digunakan sebagai lalu lintas kendaraan.

Lajur adalah bagian dari jalur yang memanjang dengan ataupun tanpa marka jalan yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor yang sedang berjalan selain sepeda motor. Secara singkat, lajur berada di dalam jalur yang mana lebar lajur lebih kecil atau lebih sempit dari lebar jalur. Jika satu ruas jalur dapat dilalui oleh 3 kendaraan bermotor contohnya mobil, maka jalur tersebut memiliki 3 lajur karena mengacu pada definisi lajur yakni bagian dari jalur yang memiliki lebar untuk satu kendaraan bermotor selain sepeda motor.

Contoh dari lajur adalah adanya lajur yang diperuntukkan bagi pengguna kendaraan yang mengemudikan kendaraannya secara cepat dan lambat. Lajur tersebut dinamakan Lajur Lambat dan Lajur Cepat. Ketika di jalan raya, juga terdapat lajur yakni lajur kanan dan lajur kiri. Lajur kanan digunakan bagi kendaraan yang hendak menyalip atau melewati kendaraan di depannya. Selain itu, terkadang juga ada lajur yang diperuntukkan bagi kendaraan sepeda motor dan kendaraan bermotor lainnya seperti mobil yang biasanya di berada di pemberhentian lampu lalu lintas.

Categories: Blog

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *