Bangunan Dapat Dibongkar Bila:

  1. Tidak laik fungsi

Kriteria tidak laik fungsi ini salah satunya dapat dilihat atau dinilai dari ada atau tidaknya  Sertifikat  Laik  Fungsi  (SLF)  sebagaimana yang  telah di  atur  dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 25 Tahun 2007 Tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.

Beberapa syarat teknis untuk mendapatkan SLF adalah sebagai berikut:

 Bangunan  Gedung  memiliki  konstruksi,  peralatan  serta  perlengkapan mekanikal elektrikal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan;

 Memperhatikan    aspek    keselamatan,    kesehatan,    kenyamanan    dan kemudahan   pada   struktur,   peralatan   dan   perlengkapan   bangunan gedung.

Adapun kriteria bangunan tidak dapat diperbaiki apabila bangunan tersebut jika diperbaiki memerlukan pembiayaan yang lebih tinggi dan tidak dapat memeberikan manfaat sebesar biaya yang telah dikeluarkan untuk melakukan perbaikan.

2. Bangunan dapat menimbulkan bahaya

Pada bagian ini yang dimaksud bangunan memiliki dampak yang membahayakan baik terhadap pengguna maupun terhadap lingkungan apabila ketika suatu bangunan tersebut dimanfaatkan dapat menimbulkan kerugian dari segi pengguna bisa jadi abngunan tersebut memilki konstruksi yang kurang kuat sehingga sewaktu-waktu dapat mencelakakan yang mengakibatkan cidera pada pengguna, sedangkan dampak terhadap lingkungan lebih disebabkan karena fungsi dari suatu bangunan tersebut, sebagai contoh apabila terdapat bangunan yang memiliki fungsi sebagai bangunan industri yang berada pada kawasan persawahan, sehingga hasil dari kegiatan yang berada di dalam bangunan gedung tersebut dapat mencemari lingkungan sekitar.

3. Tidak mempunyai Izin mendirikan bangunan

IMB merupakan salah satu syarat penting berdiriya suatu bangunan, apabila bangunan tersebut tidak memilki IMB maka dapat diragukan dari segi legalitas berdirinya suatu bangunan tersebut menurut UU 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung Pasal 39.

Tahap Pembongkaran

  1. Pembongkaran penutup atap seng genteng metal roof;
  2. Pembongkaran rangka kuda kuda kayu, reng dan list plank;
  3. Pembongkaran dinding bata bagian dalam;
  4. Pembongkaran keramik;
  5. Pembongkaran plat lantai sesuai volume, bestek dan gambar kerja;
  6. Pembongkaran AC split lantai 1;
  7. Pembongkaran keraming lantai dasar;
  8. Retrofitting kolom lantai dasar; dan
  9. Galian lantai dan sekeliling setiap kolom yang akan di retrofitting mencapai ke dalam yang dikehandaki.

Metode Pembongkaran

  1. Segmen demi segmen

Pembongkaran persegmen  ini bisa dengan alat sederhana, peralatan modern, bahan kimia dan lain-lain. Dengan alat sederhana, pembongkaran yang dilakukan dengan tenaga manusia beserta  peralatannya. Pembongkaran ini  dilakukan apabila bangunan gedung yang dibongkar tidak lebih dari 1 lantai serta tidak membutuhkan waktu yang cepat.

Penggunaan  tenaga  manusia  dilakukan  apabila  pembongkaran  tidak berdampak pada kecelakaan manusia dan lingkungannya.

Peralatan modern bisa berupa mesin potong, mesin las,bahan kimia, water jet dan lain-lain. Water jet adalah penyemprotan Air yang bertekanan dan kecepatan dingin terhadap komponen bangunan.

2. High Reach arm

Pembongkaran ini menggunakan alat berat yang dilakukan untuk bangunan lebih dari 1 lantai dengan ketinggian yang masih dapat dicapai dengan lengan alat berat tersebut. Dalam pembongkaran ini, penggunaan tenaga manusia sangat rendah karena untuk menghindari kecelakaan yang mengakibatkan kematian manusia.

Biasanya alat yang digunakan adalah ekskavator, tank dan alat berat lainnya. Alat   perusak   utama   ditempel   alat   berat,   seperti   palu,   pengeruk   dan penghancur.

3. Pembebanan

         Pembongkaran dilaksanakan dengan memberikan beban kepada bangunan yang melebihi daya dukung struktur bangunan. Dengan alat-alat mekanis, seperti mobile crane, excavator, beban diangkat dan diletakkan pada lantai tertinggi bangunan. Beban ini dapat berupa pasir yang telah disiram dengan air, dan dimasukkan dalam karung, lalau diletakkan pada plat lantai paling atas.

Dengan demikian, keruntuhan akan dimulai dari lantai paling atas, yang akan meniimbulkan beban akumulatif pada  lantai2 dibawahnya, sehingga bangunan akan rubuh secara keseluruhan. Metode ini membutuhkan data as built drawing serta perhitungan struktur dari bangunan tersebut, agar dapat diketahui besar beban yg dibutuhkan serta rencana perletakan dari beban-beban tersebut

4. Crane dan bola besi (Wrecking Ball)

Crane akan berfungsi semacam pengayun untuk menggerakkan bola besi saat menghancurkan tembok. Bola besi tersebut memiliki berat sekitar 6 ton dan mampu menghancurkan apa pun di struktur bangunan

5. Peledakan (Implosion)

Pembongkaran dengan alat peledak dilakukan apabila kebutuhan dipelukan waktu yang cepat untuk pembongkaran. Penggunaan peledak tersebut apabila bangunan tidak dapat dilakukan oleh alat berat.

Categories: Blog

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *